- Chiron Pur Sport menggunakan sasis yang lebih kaku dengan rasio girboks lebih pendek
- Mesin 8.0-liter-nya meraung 200 rpm lebih tinggi menjadi 6.900 rpm
- Pengetesan versi terbaru Chiron dilakukan di Bilster Berg dan Nürburgring
- Chiron Pur Sport dihargai 3 juta Euro (sekitar 48 M Rupiah) dan diproduksi terbatas 60 unit
- Produksi akan dimulai pada pertengahan tahun 2020
Sang penerus Veyron, hadir dalam beberapa tipe dengan spesifikasi berbeda

Bugatti Chiron adalah sebuah hypercar buatan Perancis dengan mesin quad-turbocharger (4-turbocharger) 8.0-liter konfigurasi W16 dari Volkswagen. Pada Chiron standar, mesin tersebut mampu menghasilkan 1.479 dk yang disalurkan melalui transmisi dual-clutch 7-percepatan. 0-100 km/j dalam 2,4 detik, 0-200 km/j dalam 6,5 detik, 0-300 km/j dalam 13,6 detik dan mencapai 400 km/j dalam 32,6 detik. Chiron hanya membutuhkan 9,4 detik pengereman dari kecepatan tersebut hingga posisi berhenti. Kecepatan tertinggi dibatasi pada 420 km/j.
Chiron Sport hadir dengan spesifikasi mesin yang sama, namun 18 kg lebih ringan berkat penggunaan serat karbon dan suspensi lebih kaku, sedangkan 110 Ans Bugatti untuk memperingati 110 tahun Bugatti. Pada 2020 ini, hadirlah Chiron Super Sport 300+ yang sanggup menembus 490 km/j dan terakhir Chiron Pur Sport.
Chiron Pur Sport berfokus pada tingkat pengendalian, akselerasi dan kelincahan yang lebih baik dari versi standar
Semua ini didapatkan dari penggunaan sasis yang lebih kaku, per depan 65% lebih kaku, sedangkan per belakang 33% lebih kaku. Adaptive damper yang dapat mengatur tingkat kekakuan suspensi dalam sekejap mata mendapatkan revisi, bobot berkurang 50 kg akibat penggunaan sistem pembuangan berbahan titanium, spoiler model fixed, interior berbahan alcantara, anodized aluminium dan titanium. Juga peningkatan kecepatan mesin menjadi 6.900 rpm dari 6.700 rpm, rasio girboks 15% lebih pendek yang membuat akselerasi meningkat jauh. Dari 60 km/j hingga 120 km/j lebih cepat 2 detik dari versi standar. Hingga penggunaan ban Michelin Sport Cup 2R dengan peningkatan cengkeraman sebesar 10%. Kemiringan ban juga diatur untuk meningkatkan kemampuan menikung dan velg khusus untuk mengurangi hambatan angin.
Setelah Bilster Berg, Bugatti juga akan melakukan pengetesan di Nürburgring

Bilster Berg merupakan sebuah sirkuit dengan panjang 4,2 km terbagi menjadi dua sisi, barat dan timur. Bagian barat memiliki panjang 1,8 km dengan permukaan tinggi-rendah sirkuit yang lebih menantang, sedangkan pada bagian timur memiliki panjang 2,4 km, didominasi oleh rute cepat. Delapan insinyur dikirim untuk mengetes hypercar ini.

Bugatti juga sudah memesan tempat di Nürburgring, sebuah trek yang juga berlokasi di Jerman. Sirkuit ini terkenal dengan nama “Green Hell” atau “Neraka Hijau” dikarenakan trek ini merupakan trek tersulit dan paling berbahaya dengan pemandangan hijau pepohonan pada trek tersebut.
Sekiranya itu yang dapat disampaikan. Sekian dan terima kasih.



