- Mesin 1.5-liter untuk menghindari pajak tinggi untuk mesin di atas 1.600cc
- Power yang dihasilkan dari kapasitas mesin yang terbilang kecil tersebut, mampu menembus 184 dk dan torsi sebesar 280 Nm
- Tenaga disalurkan pada roda belakang dengan transmisi otomatis 9-percepatan
Mercedes-Benz CLS merupakan seri mobil eksekutif Mercedes sejak 2004 lalu
Merupakan sebuah fastback 4-pintu yang menggunakan platform dari E-Class dipasarkan sebagai coupe 4-pintu yang terdengar lebih familiar. Pada generasi kedua, Mercedes menghadirkan model wagon dengan 5-pintu. Generasi kedua hadir dengan roda penggerak keseluruhan (all-wheel drive) dan juga versi AMG, CLS 63. Selain mendapatkan tampilan baru dan peningkatan pada sektor mesin, Mercedes juga memberikan sistem transmisi otomatis 9G-Tronic.
Sedangkan, generasi ketiga tampil sebagai model 4-pintu dengan konfigurasi all-wheel drive (4Matic). Model wagon sempat dikembangkan, namun karena permintaan akan mobil ini terlalu sedikit, maka akhirnya dihentikan.
Meskipun kapasitas kecil, namun mesin tergolong powerful dikelasnya
Dengan power sebesar 184 dk dan torsi 280 Nm, mobil mampu melakukan sprint dari 0-100 km/j dalam 8,7 detik dan kecepatan tertinggi pada 250 km/j. Mesin juga didukung oleh teknologi hybrid ringan untuk meningkatkan efisiensi mesin dan juga memberikan tambahan tenaga pada kecepatan atau putaran mesin rendah. Konsumsi bahan bakar sekitar 7,2 L/100 km atau 13,9 km/L.
Meskipun begitu, harga CLS 260 masih tergolong mahal
Di Jerman, CLS 220d merupakan varian termurah yang dihargai 945 juta Rupiah setelah dikonversi dari Euro. Menggunakan mesin turbodiesel 2.0-liter 4-silinder menghasilkan 191 dk yang mampu melakukan sprint 0-100 km/j dalam 7,5 detik dan top speed 237 km/j. Sedangkan, di US versi entry-level adalah CLS 450 dihargai 1,04 M dengan mesin bensin I6 3.0-liter turbocharged yang menghasilkan 362 dk. Sprint 0-100 km/j dalam 5,1 detik untuk roda penggerak belakang (rear-wheel drive) dan 4,8 detik untuk all-wheel drive (4Matic). CLS 260 di China dihargai 576.800 Yuan atau sekitar 1,2 M Rupiah.
Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pajak mobil jauh lebih tinggi ketimbang di negara lainnya untuk mengurangi jumlah pemakaian mobil. Seperti itulah juga kondisi di negara dengan populasi penduduk terbanyak saat ini, yakni China. Sekian. Semoga bermanfaat.



