6 Hal Yang Harus Anda Pahami Dari Mesin Bahan Bakar Hidrogen (Bagian II)

  • Hidrogen merupakan bahan bakar roket karena ringan dan mampu menghasilkan tenaga yang besar
  • Ada dua macam mesin berbahan bakar hidrogen, mesin kombusi internal dan mesin elektrik dengan aliran listrik yang dihasilkan dari fuel cell (sel bahan bakar)
  • Pada mesin kombusi internal, bahan bakar hidrogen memiliki rasio kompresi mesin yang jauh lebih tinggi dibandingkan mesin bahan bakar minyak (BBM)
  • Sedangkan pada fuel cell, terjadi reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen yang menghasilkan listrik untuk memberikan tenaga pada mesin elektrik
  • Hasil dari penggunaan hidrogen adalah air (H2O) pada kedua mesin, namun pada jenis mesin kombusi internal menghasilkan sedikit nitrogen oksida (NOx) akibat dari proses pembakaran dengan suhu yang sangat tinggi

Bagaimanakah hidrogen bekerja pada Fuel Cell?

Cara Kerja Fuel Cell – www.fchea.org

Fuel Cell yang merupakan sel bahan bakar terdiri dari 2 plat, anoda dan katoda, dengan membran di bagian tengah. Plat anoda dialiri dengan hidrogen, sedangkan plat katoda dialiri dengan oksigen, membran ditengah sebagai penghantar.

Fuel Cell bekerja dengan memisahkan elektron (muatan negatif) dari hidrogen dan membawanya ke jalur berbeda. Sedangkan proton (muatan positif) dalam rupa ion hidrogen menembus lapisan membran ditengah dan berpindah ke plat katoda yang dialiri dengan oksigen.

Aliran elektron di jalur berbeda menghasilkan daya listrik yang digunakan untuk menggerakkan mesin. Yang kemudian dikembalikan lagi pada plat katoda berisi ion hidrogen dan oksigen. Setelah menjadi satu, maka akan terbentuk air (H2O) sebagai hasil pembuangan.

Harga bahan bakar hidrogen mencapai $13,99 per kg

Jika dilihat per kg mungkin terdengar mahal, namun seperti yang dibahas sebelumnya, 1 kg berkisar 14,1 L. Anggap saja harga $13,99 setelah dikonversi ke Rupiah menjadi sekitar 200 hingga 210 ribu Rupiah. Maka harganya berada di antara 14 ribu hingga 15 ribu Rupiah per liter-nya. Namun, karena efisiensi yang tinggi dan tenaga besar, maka harga ini boleh dibilang ‘pas’. Pada 2020 hingga 2025 mendatang, dikabarkan harga per liter akan kembali turun menjadi sekitar $10 atau $8 di Amerika.

Berbeda di Indonesia, kehadiran fuel cell masih sangat minim dan pembangunan infrastruktur akan memakan biaya yang besar, serta harga bahan bakar hidrogen ini akan mahal karena ketersediaannya yang masih sedikit.

Setidaknya itu yang dapat disampaikan. Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started