Ford Mustang Baru Ken Block Didesain Oleh Desainer Batmobile

  • Ken Block adalah seorang pebalap rally professional yang juga terkenal mengoleksi banyak mobil yang ia modifikasi untuk mengikuti Gymkhana (salah satu jenis motorsport yang bertujuan mencetak rekor waktu pada trek yang didesain dengan rintangan)
  • Pada 2018 lalu, Ken Block sudah mengoleksi setidaknya 18 mobil yang sebagian besar adalah Ford
  • Ford Mustang yang digunakan kali ini adalah generasi ke-3 yang terkenal dengan Fox-body, diproduksi pada 1978 hingga 1993
  • Ken Block bekerjasama dengan Ash Thorp, desainer yang pernah mendesain Ford Escort RS Cossie V2 milik Ken dan juga mendesain Batmobile yang akan muncul pada film Batman terbaru yang diperankan oleh Robert Pattinson

Antara Hoonitruck, Hoonicorn dan Hoonifox: merupakan bagian dari Hoonigan Racing Division.

Hoonigan Racing Division Logo

Hoonigan Racing Division merupakan sebuah tim balap yang dibentuk oleh Ken Block. Didirikan pada awal 2010 dengan nama Monster World Rally Team sebagai sarana untuk bertanding di kejuaraan rally dunia. Seperti namanya, tim ini disponsori oleh perusahaan Monster Energy. Dan pada awalnya, Ken bertanding di Global Rallycross dengan finish di urutan 5 tahun 2012, 3 di tahun 2013, 2 di 2014 dan 7 di 2015.

Pada 2016, Ken bertanding di FIA World Rallycross Championship, namun pada 4 September 2017, Ford Performance dan Hoonigan Racing Division menyatakan mundur dari World Rallycross Championship setelah musim 2017 berakhir.

Pada situs web resmi Hoonigan, kata tersebut dalam Bahasa Inggris berarti “A person who operates a motor vehicle in an aggressive and unorthodox manner, consisting of, but not limited to, drifting, burnouts, donuts as well as acts of automotive aeronautics. One who hoons”. Jika diterjemahkan, maka menjadi seseorang yang mengemudikan kendaraan dengan agresif dan tidak lazim, rata-rata terdiri dari drifting, burnout dan trik donut. Sama seperti melakukan manuver ekstrim dalam dunia otomotif.

Beberapa mobil milik Ken juga mendapatkan sebutan ini, seperti Hoonitruck, sebuah truk Ford F150 keluaran 1977 yang menggunakan mesin EcoBoost berkapasitas 3.5-liter twin-turbo konfigurasi V6 yang diambil dari mobil balap Ford GT. Sedangkan, Hoonicorn yang merujuk kepada ‘unicorn’ adalah sebuah Ford Mustang keluaran 1965 dengan mesin V8 dari Ford dengan kapasitas 6.7-liter.

Untuk proyek terbarunya, Ken menamakan mobil tersebut dengan Hoonifox yang merujuk pada platform Mustang yang dijuluki Fox-body.

Hoonicorn yang sedang dikerjakan oleh Ash Thorp masih berupa konsep

Dari konsep yang ditampilkan, maka dapat dilihat adanya hood dan roof scoop besar pada bagian kap mesin dan atap mobil. Selain itu, perubahan besar yang dilakukan adalah dengan menggunakan wide body kit dengan fender kotak terinspirasi dari WRC (World Rally Championship) dan pipa pembuangan di bagian samping mobil. Pada kaca belakang juga ditambahkan kisi-kisi dan adanya ducktail besar beserta ekstensi. Pula sebuah diffuser masif pada bagian belakang. Tidak lupa rally rim yang tebal dan kokoh disematkan pada Mustang Fox ini.

Ash Thorp juga menampilkan beberapa macam livery yang ia buat sebagai contoh

Livery pertama yang ditunjukkan terinspirasi dari Hoonicorn Mustang karena inti dari pembuatan konsep ini lebih ke gambaran virtual modifikasi eksterior yang akan diadaptasikan ke Mustang Fox. Sedangkan livery yang ditampilkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan nantinya. Tetapi tidak menutup kemungkinan livery tersebut akan digunakan. Untuk itu, Ash juga membuatkan desain livery lainnya. Seperti warna putih dengan decal warna senada yang terinspirasi dari Lamborghini Countach dalam serial TV Miami Vice. Ini merupakan permintaan langsung dari Ken untuk dijadikan contoh. Sayangnya, sponsor tidak akan setuju dengan penggunaan livery ini karena mengubah warna logo mereka menjadi putih dan abu-abu.

Selain itu, Ash juga membuat konsep livery black-on-black. Pada dasarnya, menggunakan body dari serat karbon warna hitam dengan lapisan kering (matte) digabungkan dengan decal warna yang sama, namun dengan lapisan kilau (glossy). Kombinasi keduanya menjadikan livery ini unik dan memukau, terutama ketika terpapar cahaya langsung.

Terakhir, Ken meminta Ash untuk membuatkannya livery spesial dimana ia bebas berimajinasi dan menuangkan segala ide gilanya untuk Mustang Fox ini. Muncullah sebuah ide yang terinspirasi dari era kelahirannya, tahun 80-an. Dan hasilnya adalah mobil putih dengan decal warna pastel cerah seperti kuning, biru dan pink.

Tahap terakhir adalah menentukan pilihan mesin

Ken akan segera mengumumkan mesin yang akan digunakan, namun beberapa media memperkirakan ia akan menggunakan mesin yang sama dengan Hoonitruck atau Hoonicorn-nya. Tetapi tidak menutup kemungkinan Ken akan menggunakan mesin yang baru. Yang jelas, seluruh tenaga mesinnya akan disalurkan melalui sistem roda penggerak keseluruhan atau AWD (all-wheel drive).

Sekian dan semoga bermanfaat.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started